About
Para pemuda tangguh peserta program Forest Guardian di Sumatera.
Benteng Ekologis Terakhir Sumatra
Hutan di wilayah Sumatra, khususnya yang mencakup empat provinsi yaitu Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat, merupakan benteng ekologis terakhir yang memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan iklim global dan kelangsungan hidup jutaan jiwa.
Di jantung keempat provinsi ini, membentang Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sebuah situs warisan dunia yang menyimpan keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Namun, kawasan ini terus menghadapi ancaman nyata akibat deforestasi, perambahan liar, pembalakan, dan konversi lahan yang tidak terkendali.
Urgensi untuk menjaga hutan ini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan sebuah panggilan darurat untuk mempertahankan ruang hidup, mencegah bencana ekologis seperti banjir dan longsor, serta melawan krisis iklim yang kian nyata dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan penyangga.
Inisiatif Program Forest Guardian (2023)
Merespons situasi kritis tersebut, pada tahun 2023 Forest Guardian menginisiasi program strategis bertajuk “Ketahanan Pemuda dalam Memerangi Deforestasi dan Perubahan Iklim di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)”. Program ini dirancang khusus untuk menempatkan generasi muda sebagai agen aktif dan garda terdepan dalam upaya advokasi dan penyelamatan hutan.
Garda Terdepan dari 4 Provinsi Penyangga
Melalui seleksi yang ketat, terpilihlah 40 pemuda tangguh yang berasal dari 4 provinsi penyangga utama TNKS, yaitu:
- Provinsi Jambi
- Provinsi Bengkulu
- Provinsi Sumatera Barat
- Provinsi Sumatera Selatan
Setiap peserta dibekali dengan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai terkait pemantauan hutan, investigasi lapangan, serta pemahaman regulasi kehutanan. Mereka siap berpartisipasi secara penuh dalam program Penjaga Hutan Pemuda ini demi mengawal kelestarian ekosistem TNKS.